Posted in 30 Hari Menulis 2018, menulis

Teknik Review (Ala-ala)


Tulisan ini dimaksudkan untuk menolong teman-teman yang masih bingung dengan tatacara penulisan review buku/film.

Kebetulan, hari kelima besok, di ajang #3oHariMenulis, temanya adalah menulis review buku (setelah sebelumnya review film di hari ketiga).

Review, jika dibahasa-indonesiakan, artinya kurang lebih “tinjauan”. Mengapa orang menulis Review? Sebab ia meninjau sebuah karya kemudian menuliskan pengalamannya, sekaligus memberikan rekomendasi bagi orang lain yang belum menonton atau membaca.

Apa saja sih, yang harus ada dalam sebuah review?

Secara umum, biasanya review memuat hal-hal di bawah ini:

  • DATA Film/buku

yang dimaksud data biasanya;

untuk buku: judul buku, tahun terbit dan penerbit, penulis (genre boleh dimasukkan juga).

untuk film : judul, tahun rilis, sutradara, pemain, genre.

Tentu soal data ini tidak baku, harus dimasukkan dalam bentuk DAFTAR, bisa juga dimasukkan ke dalam narasi. Saya pribadi, mendisiplinkan diri untuk selalu menulis data di awal, supaya tidak lupa saja.

Adapun bentuk yang dinarasikan, misalnya seperti ini:

“Film bertajuk Se7en besutan sutradara David Fincher ini, dirilis pada tahun 1995, dengan memasang Brad Pitt dan Morgan Freeman sebagai pemain utamanya.”

“Aroma Karsa, Buku ketujuh karya Dewi Lestari ini diterbitkan serentak di seluruh Indonesia pada bulan Januari 2018.”

*situs imdb.com termasuk situs yang paling sering dikunjungi orang untuk mencari data soal film

IMDB.jpg

 

  • PREMIS CERITA

Premis bisa diartikan sebagai ide pokok dari kisah. Apa sih inti ceritanya? Nah banyak orang yang mengartikan, premis maksudnya dengan membeberkan keseluruhan cerita yang ada dalam film/buku tersebut.

Padahal, tujuan review salah satunya adalah untuk merekomendasikan film/buku yang dimaksud. Jika keseluruhan cerita sudah dibeberkan, apa lagi dong yang mau ditonton?

Sebetulnya masalah ini agak bias sih, karena nyatanya, ada banyak orang yang biasa-biasa saja dengan spoiler, bahwa “Oh ceritanya begitu ya, tetep pengen nonton sih.”

Pun begitu, banyak sekali orang yang masih menikmati rasa deg-degan ketika menantikan film/buku tertentu. Jantung yang berdebar-debar karena menantikan kemenangan atau kekalahan jagoannya, atau mesam-mesem ketika nonton film romance. Maka spoiler nista durjana yang ditaburkan tanpa dosa, oleh banyak orang yang menulis review, semacam tamparan telak di pipi kanan dan kiri secara bersamaan.

#lebaaaay

oh ya, ngomong-ngomong, “spoiler” artinya bocoran kisah.

Jika kamu mau membuat review film/buku, dan ingin membocorkan sedikit (atau banyak) ceritanya, maka kamu bisa memberikan semacam warning di awal dengan kata-kata “Spoiler-alert” atau “Mengandung spoiler”. Sehingga siapapun yang membaca sudah siap dengan konsekuensi tersebut.

Seberapa banyak kisah yang boleh dibocorkan?

Nah ini, kembali ke soal premis tadi.

Ide pokok dan kisah cerita, adalah dua hal yang berbeda.

Ide pokok dalam kisah Si Doel Anak Sekolahan adalah bagaimana Si Doel sebagai anak orang kampung yang berada di garis kemiskinan bisa menjadi “orang”, bahkan seorang “tukang insinyur” yang dibanggakan enyak dan babe. Dalam perjalanan kisahnya, Doel akan menjalin kasih dengan Sarah, seorang anak orang kaya yang cantik dan baik hati. Kemudian nanti ada tokoh Zaenab, yang merupakan love-interest Doel dari kubu yang berbeda.

Persoalan bagaimana perjalanan cinta segitiga si Doel, dan kejutan-kejutan yang dialami dalam hidupnya, itu bisa disimpan dan tidak usah dibeberkan, apalagi ending cerita.

*mangap, contohnya jadul kek yang nulis, gapapa deh, yang penting ngangenin yekaaan, haseek*

Untuk tahu contoh-contoh review, teman-teman bisa membaca pelbagai contoh di internet. Meski memang tidak semua patuh dengan aturan no-spoiler ini.

beberapa situs penyedia review film dan buku:

http://layar-tancep.com/

http://karepe.com/

https://www.goodreads.com/

download

 

  • KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Dalam review yang kamu tulis, sertakan kelebihan dan kekurangan menurutmu. Tak perlu khawatir bahwa kamu tidak tahu banyak soal hal teknis (misal sinematografi, akting dll).

Menulis review sama halnya dengan menulis dalam genre yang lain. Menulislah dari yang kamu tahu. Artinya, kalau tidak paham teknis, ya gapapa, ga usah maksa juga.

Kamu juga boleh menuliskan perasaanmu ketika menonton film atau membaca buku yang di-review itu. Sentuhan personal touch seperti ini boleh jadi malah membuat tulisanmu jadi lebih greget, sebab ada luapan emosi di sana. Dan siapapun itu, selama mereka manusia, dipastikan akan selalu senang dengan drama oh drama dalam kehidupan.

Betul apa betul?

Salah satu orang yang senang me-review dengan cara seperti ini adalah Stephany atau Teppy, nama bekennya. Mbak ini terkenal setelah review nya dari film Ayat-Ayat Cinta 2 banyak dibaca orang di jagat internet. Meski tak semua orang suka dengan gaya Teppy yang, sesuai dengan tagline-nya “Review suka-suka”, saya pribadi ngefans sama Mbak Teppy. Sebab gayanya khas dan tulisannya jujur.

berikut tautannya:

Movie Review Suka-Suka

hqdefault.jpg

 

Yap, menulis (apapun genre-nya) memang harus jujur, Bapak dan Ibu. Sebab menulis itu erat kaitannya dengan hati. Sesuatu yang disampaikan dari hati, pasti nyampenya ke hati lagi.

#etdaaah

Demikianlah tulisan yang tidak lengkap ini, semoga bisa membantu teman-teman yang besok akan menulis review buku.

Verba Volent, Scripta Manent

“Yang Terucap akan menguap, yang tertulis akan abadi”

 

word count : 747

Advertisements

Author:

Hanya seorang pecinta kata-kata. Kebanyakan saya menulis tentang hal-hal biasa, dengan cara yang diusahakan tidak biasa. Keseharian saya dipenuhi dengan momong anak, diskusi film, mengajar bahasa asing dan membaca buku. Full time mother, part time teacher, lifetime learner ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s